Cari tahu tentang semua jurusan kuliah disini
Temukan pengalaman dan jawaban dari Mentor Rencanamu dan pengguna lain
9 tahun yang lalu
Hi Martalia,
Yang kamu tanyakan sebenernya judul atau topik ya? Kalau judul sih harusnya nggak terlalu susah karena merupakan pengerucutan dari topik. Sebaiknya judul mencakup informasi ini:
- Mencerminkan isi keseluruhan skripsi
- Metode yang digunakan penulis
- Menyebutkan objek penelitian
- Menjelaskan sebab dan akibat (pengaruh ABC terhadap XYZ)
- Bagus juga kalau bisa menyelipkan dengan teaser/kata-kata menarik yang bisa bikin orang penasaran dan tertarik untuk mengetahui lebih lanjut.
Good luck!
9 tahun yang lalu
Hi Koriatus, untuk detil IPC atau SOSHUM nya mungkin ada kakak2 lain yang bisa bantu memberi kamu saran.
Berikut beberapa artikel terkait SBMPTN yang mungkin menarik untuk kamu baca:
http://www.youthmanual.com/post/dunia-sekolah/persiapan-kuliah/mau-lolos-snmptn-tahun-2017-nanti-perhatikan-7-hal-ini-dari-sekarang
9 tahun yang lalu
Hi Koriatus,
Pertanyaannya sudah dijawab ya tadi, silakan dibaca-baca artikel ini:
9 tahun yang lalu
Hai Yasinta,
Saya pernah mewawancarai alumni Fakultas Kedokteran UI, dan ia menceritakan bahwa ada temannya yang berasal dari jurusan IPS di SMA.
Artikelnya bisa kamu baca di sini:
Jadi, pelajar jurusan SMA IPS bisa mengambil jurusan Ilmu Kedokteran, namun peluangnya lebih kecil daripada jurusan IPS. Maksudnya, hanya bisa melalui SBMPTN (bukan SNMPTN). Sedangkan, kebanyakan universitas swasta mensyaratkan harus lulusan IPA untuk masuk Kedokteran.
Alhasil, kamu harus usaha ekstra keras untuk menembus SBMPTN Kedoteran, caranya adalah:
1. Belajar dengan sungguh-sungguh.
2. Ambil kelas intensif (kursus) IPA, mengingat kamu nggak mendapatkannya di sekolah.
3. Cari universitas yang sesuai. Misalnya, dengan menyesuaikan standar nilai dan persaingannya dengan kemampuan kamu.
4. Lakukan yang terbaik, saat belajar, persiapan ujian dan di hari ujian.
5. Miliki "plan B" alias jurusan pilihan lainnya, jika kamu nggak keterima di Kedokteran.
Good luck :)
9 tahun yang lalu
Halo Nurul!
Perlu diketahui bahwa spesialis radiologi berbeda tingkatan pendidikan dengan jurusan radiologi. Spesialis radiologi baru bisa kamu ikuti setelah melewati pendidikan sarjana kedokteran dan melanjutkan ke spesialis. Sementara jurusan radiologi ada pada jenjang pendidikan D3. Lebih lanjut bisa kamu baca di sini: http://www.youthmanual.com/cari-jurusan/kesehatan/radiologi
Mengenai mana yang sebaiknya kamu pilih, coba kamu rundingkan dulu dengan orang tua atau guru kamu. Pastikan juga pilihan kamu sesuai dengan minat kamu ya!
Good luck Nurul! :)
9 tahun yang lalu
Hi Alifa,
Benar seperti yang dibilang Ahmad Nurfadilah, nggak sekolahpun bisa menjadi CEO kalau kamu membuat perusahaan sendiri. Kalau untuk berkarir di perusahaan besar atau multinational, mustahil rasanya bisa menjadi CEO kalo nggak lulus SMA. Untuk bisa masuk sebagai staff saja minimal sudah harus mengantongi ijazah S1 kan.
Nah, kalau dilihat dari CEO yang ada sekarang nih, jurusannya beda-beda loh. Contohnya:
- Martin Gil - CEO Coca Cola Indonesia - Industrial Engineering
- Susan Wojicki - CEO Youtube - History & Literature
- Tigor Siahaan - CEO CIMB Niaga - Finance
- Howard Schultz - CEO Starbucks - Communications
- Nadiem Makarim - CEO Gojek - International Relations
- Budi Gunadi Sadiki - CEO Bank Mandiri - Fisika Nuklir
- William Tanuwijaya - CEO Tokopedia - Informatika
Beda-beda sekali, kan? Yang jelas untuk menjadi CEO di perusahaan besar itu dibutuhkan waktu yang sangat-sangat panjang dengan pengalaman minimal 20 tahun. Skill untuk menjadi CEO akan terbentuk dalam perjalanan karir kamu sendiri. Idealnya seorang CEO adalah seorang yang well-rounded, banyak mengerti tentang people management, bisa memotivasi teamnya, leadership, marketing, keuangan, punya problem solving yang bagus, critical thinking skill, stress/anger management yang baik, creative thinking, dan tentunya juga: visionary. Bisa melihat jauh ke depan dan tau apa yang harus dilakukan untuk mencapai goal tersebut.
Jangan lupa baca artikel bagus ini:
http://www.youthmanual.com/post/life/how-to/ini-yang-harus-kamu-lakukan-di-umur-20-anmenurut-para-ceo-sukses
http://www.youthmanual.com/post/dunia-kerja/inspirasi/12-nasehat-penting-untuk-generasi-millenials-dari-para-pemimpin-bisnis-sukses-dunia-yang-kalian-wajib-tau
http://www.youthmanual.com/post/sudut-pandang/7-soft-skills-yang-harus-dimiliki-oleh-setiap-anak-muda
http://www.youthmanual.com/post/profil/5-ceo-hebat-lulusan-itb
http://www.youthmanual.com/post/profil/7-ceo-dan-entrepreneur-keren-lulusan-binus
Semoga membantu ya!
9 tahun yang lalu
Lydda, seperti kata Puspita, kalau sudah ditentukan sekolah ya sudah. Karena ini faktor yang tidak bisa kamu kontrol.
Kalau kamu minat pelajaran2 IPA paling enggak kamu masih bisa belajar sendiri. Banyak banget lho situs2 yang menyediakan kelas-kelas Online secara cuma-cuma.
http://www.youthmanual.com/post/review/20-situs-yang-wajib-dikunjungi-supaya-kamu-lebih-pintar
9 tahun yang lalu
Hi Anita,
Kalau dilihat dari sisi industri, tentuanya tata boga mempunyai ruang lingkup yang lebih sempit daripada bisnis in general. Tata boga kan tentang kaitannya ke makanan jadi karir yang berkaitan dari itu seperti: punya restoran sendiri, bisnis katering, menjadi chef, bekerja di restoran/hotel/hospitality dan mungkin juga di perusahaan2 Food & Consumer goods.
Kalau manajemen bisa dibilang lintas industri. Jadi kalau dilihat dari sisi itu nya tentu lebih besar peluang kerja manajemen bisnis, tapi bukan berarti tata boga akan sulit ya peluangnya. Peluang pasti ada, apalagi jumlah yang masuk di tata boga pasti lebih sedikit daripada bisnis kan. Pastinya lulusan ini akan selalu dibutuhkan, apalagi sekarang di Indonesia lagi marak trend makan sehat. Jadi perlu inovasi-inovasi baru di bidang pangan. Sayang saya, jalanin yang sesuai dengan keinginan aja. Good luck ya.
9 tahun yang lalu
Hi Nurin,
Kalau memang itu yang kamu mau, GO FOR IT. Belajar aja untuk mengikuti PTN dengan diam-diam, sisihkan uang jajan untuk daftar testnya supaya nggak perlu minta orang tua. Ketika kamu nanti sudah diterima, baru deh diskusi lebih lanjut. Kasih tau ke orang tua kamu kalau setelah dihitung-hitung untuk long term, pindahnya kamu ke PTN akan meringankan dari segi biaya. Nanti orangtua pasti akan luluh juga kalau melihat gimana gigihnya kamu supaya bisa masuk PTN ini.
Supaya tetap bersemangat menjalani aktivitas di PTS? Harus semangat dong, karena tetap ada kemungkinan kamu nggak diterima ke PTN kan, kalo nggak diterima berarti kamu meneruskan di PTS yang sekarang. Jadi lebih baik mencoba untuk suka dengan jurusan dan PTS ini dari sekarang. Harus bangga juga karena PTS ini adalah PTS yang berkualitas. Bikin rasa tidak nyaman ini menjadi semangat untuk kamu bisa cepet-cepet lulus kuliah. Banyak-banyak berteman di kampus dan juga berkegiatan untuk menambah semangat. Katanya masa-masa kuliah itu masa-masa yang paling berkesan, jadi jangan sampai dilewatkan dengan mood yang tidak semangat yah.
Good luck!
9 tahun yang lalu
Hi Sonya,
Wajar kok kalo masih bingung. Mungkin kamu bisa mulai dari ngayal-ngayal aja dulu, nantinya mau jadi apa sih? Mau punya karya apa? Mau dikenal sebagai apa? Perhatiin juga hobi/minat kamu apa sih, nilai-nilai kamu yang bagus di pelajaran apa? Mungkin dari situ sedikit-sedikit kamu bisa menemukan panduan untuk memilih apa.
Jangan lupa juga baca-baca halaman PROFIL/PROFESInya Youthmanual untuk tau ada pekerjaan apa aja sih di luar sana. Membantu banget loh. Silakan dibaca di sini ya:
http://www.youthmanual.com/post/profil
Good luck!